Kajian Hari Bumi oleh Arisydita…


Hari Bumi 22 April 2015

Hari ini CADS mengadakan kajian tentang “Hari Bumi”, kajian ini di isi oleh salah seorang anggota CADS yang bernama Arisydita…

Kenapa sih kita harus memperingati hari bumi? Seberapa penting sih perayaan hari bumi harus kita peringati? Jawabannya simple karena adanya kegiatan manusia yang melibatkan bumi, bumi menyediakan apa yang kita butuhkan air, udara, dan juga keindahan alam oleh karena itu kita harus menjagasebaik-baiknya bumi ini. Luasan lahan di bumi ini mulai berkurang karena fungsi lahan menjadi lahan pertanian, tidak bisa disalahkan perubahan hutan menjadi lahan pertanian karena kebutuhan manusia meningkat. Kita sebagai manusia harus memikirkan jangka panjang atau kedepannya mengenai bumi kita ini.

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan pada hari bumi, dimulai dengan kegiatan kecil untuk melindungi bumi seperti mengurangi pemakaian air, membuang sampah di tempatnya, kurangi polusi, dan jalan kaki kekampus. Tujuan peringatan hari bumi berhubungan dengan banyaknya kegiatan manusia yang melibatkan bumi, bumi menyediakan semua hal yang melibatkan manusia seperti air, udara, dan juga keindahan alam.

Saat diskusi berlangsung salah satu pengurus CADS mengatakan bahwa kegiatan yang telah disebutkan diatas sudah sering dilakukan dan beliau memberi masukan bahwa di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini memiliki UPT pengolahan limbah anorganik  yang baru diresmikan oleh kementrian Lingkungan Hidup. Dari adanya UPT ini diharapkan CADS  mampu berkontribusi untuk mengmpulkan sampah anorganik ke UPT tersebut, karena dari berita yang didapat diketahui bahwa penyumbang sampah anorganik terbanyak bukanlah dari Fakultas Pertanian selaku pengelola, tetepi dari Fakultas Tehnik, Fakultas Kedokteran dan Sebagian Kecil dari Fakultas Peternakan.

Dari diskusi tersebut timbul pemikiran bagaimana CADS memulai untuk membiasakan menanam, karena dari menanam kita telah berusaha untuk menyelamatkan bumi, walaupun dimulai dari pohon buah setidaknya satu pohon sudah mampu menyelamatkan sepuluh manusia.

Sebuah kalimat yang mungkin akan menggugah kita untuk lebih mencintai bumi, “Hanya ketika pohon terakhir telah mati dan sungai terakhir telah teracuni dan ikan terakhir telah tertangkap, kecil harpan bahwa kita tidak bisa makan uang, suatu saat akan disadari betapa pentingnya menjaga bumi ini (Cree Indian peribahasa)”.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>