KONSERVASI SUMBERDAYA GENETIK TANAMAN MANGGIS (Queen of Fruits)


manggis 5

Manggis merupakan salah satu buah tropis yang cukup potensial untuk dikembangkan dan merupakan salah satu buah unggulan. Tanaman manggis mempunyai keragaman genetik yang sempit, bahkan dapat dikatakan tidak ada keragaman genetik. Keragaman yang muncul merupakan keragaman akibat perbedaan lingkungan. Di Indonesia persebaran tanaman manggis peluang pengembangannya sangat besar, baik ditinjau dari potensi lahan, keragaman jenis, maupun dari aspek petani dan teknologi. Terdapat sekitar 100 jenis tanaman manggis yang tumbuh di Indonesia dari sekitar 400 jenis yang dijumpai di dunia. Wilayah pertumbuhan tanaman manggis di Indonesia sangat luas mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Hingga saat ini sekitar 25 kabupaten tercatat sebagai penghasil dan penyumbang buah manggis untuk ekspor dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Manggis merupakan tanaman tahunan yang masa hidupnya dapat mencapai puluhan tahun. Pohon manggis selalu hijau dengan tinggi 6-20 meter. Manggis mempunyai batang tegak, batang pohon jelas, kulit batang coklat, dan memiliki getah kuning. Daun menggis tunggal, duduk daun berhadapan atau bersilang berhadapan. Manggis mempunyai bunga betina 1-3 di ujung batang, susunan menggarpu, dan garis tengah 5-6 cm. kelopak daun manggis dengan dua daun kelopak terluar hijau kuning, dua yang terdalam lebih kecil, bertepi merah, melengkung kuat, tumpul. Menggis mempunyai 4 daun mahkota, bentuk telur terbalik, berdaging tebal, hijau kuning, tepi merah atau hampir semua merah. Bakal buah beruang 4-8, kepala putik berjari-jari 5-6. Buah menggis berbentuk bola tertekan, garis tengah 3,5-7 cm, ungu tua, dengan kepala putik duduk (tetap), kelopak tetap, dinding buah tebal, berdaging, ungu, dengan getah kuning.

Keragaman tanaman manggis, tidak kurang dari 200 jenis Garcinia tumbuh tersebar di seluruh dunia dan 100 jenis di antaranya terdapat di kawasan Asia Tenggara. Tiga puluh dari 100 jenis Garcinia di Asia Tenggara termasuk dalam buah-buahan yang dapat dimakan (edible fruits) (Jansen, 1991; Noor, 1998). Di Indonesia belum ada data tentang jumlah kekayaan keanekaragaman jenis Garcinia (Garcinia spp.). Selain itu juga belum ada laporan tentang revisi marga Garcinia. Backer dan Brink (1963) melaporkan bahwa di Jawa terdapat 8 jenis Garcinia, 3 jenis di antaranya telah ditanam di kebun-kebun dan 1 jenis lainnya merupakan jenis endemik. Dari hasil pengamatan spesimen herbarium dan studi pustaka ternyata 64 jenis Garcini (Garcinia spp.) terdapat di Indonesia dan Kalimantan mempunyai keanekaragaman jenis Garcinia yang tertinggi (25 jenis) jika dibandingka dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, Kalimantan merupakan pusat keanekaragaman jenis Garcinia di Indonesia.

Beberapa variasi tanaman manggis:
1. Variasi bentuk buah
bentuk manggis
2.Variasi Ukuran Ketebalan dan Bentuk Stigma

ukuran ketebalan dan bentuk stigma
3.Variasi Jumlah Segmen
jumlah segmen

Manfaat tanaman manggis sebagai Queen of Fruits adalah

  1. Sebagai obat anti kanker
  2. Supplement untuk diet.
  3. Bahan pewarna.
  4. Rebusan kulit buah manggis mempunyai efek antidiare.
  5. Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik dan spermisida.
  6. Dari hasil suatu penelitian dilaporkan bahwa Mangostin (1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis(3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil isolasi dari kulit buah mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
  7. Dari hasil studi farmakologi dan biokimia dapat diketahui bahwa mangostin secara kompetitif menghambat tidak hanya reseptor histamin H, mediator kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang membangun tempat reseptor H1, pada sel otot lunak secara utuh. Mangostin merupakan tipe baru dari histamin.
  8. Pemberian ekstrak daun muda terhadap mencit bunting dengan dosis 500, 1000, 1500 mg/kg BB, menunjukkan efek pada fetus berupa penurunan berat badan, terjadinya perdarahan pada fetus, dan adanya perubahan jaringan hati fetus seperti nekrosis pada sel hepar, tetapi tidak terjadi kelainan perkembangan dan aborsi. Ekstrak daun manggis dengan berbagai dosis dapat mengurangi jumlah sel spermatid, terjadi penambahan jumlah spermatozoa abnormal, dan lambatnya gerak maju spermatozoa mencit.
  9. Di masyarakat, buah digunakan untuk mengobati diare, radang amandel, keputihan, disentri, wasir, borok; di samping itu digunakan sebagai peluruh dahak, dan juga untuk sakit gigi. Kulit buah digunakan untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat, sembelit. Kulit batang digunakan untuk mengatasi nyeri perut. Akar untuk mengatasi haid yang tidak teratur. Batang pohon manggis dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.
  10. Kulit buah manggis yang kaya Tanin, seringkali diambil ekstraknya dan dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan, dan dalam bentuk salep.
  11. Kulit manggis juga berkhasiat untuk membuang asam ureat di dalam tubuh yang berguna bagi penderita reumatik/gout.
  12. Pohon manggis yang memiliki perakaran kuat juga baik ditanam untuk pemulihan kembali areal kritis. (Sastropradjo 1990)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>